Mesin cetak offset telah menjadi tulang punggung dunia percetakan modern. Teknologi ini mampu menghasilkan cetakan berkualitas tinggi dalam jumlah besar dengan biaya yang efisien. Bagi Anda yang berkecimpung di industri percetakan atau sekadar ingin memahami proses di balik brosur, majalah, dan kemasan produk, artikel ini akan menjelaskan secara lengkap tentang mesin cetak offset, mulai dari pengertian, sejarah, fungsi, hingga jenis-jenisnya.
Daftar Isi
Pengertian Mesin Cetak Offset
Mesin cetak offset adalah alat percetakan yang menggunakan teknik cetak tidak langsung. Prosesnya melibatkan pemindahan tinta dari pelat cetak ke lapisan karet (blanket) sebelum akhirnya ditransfer ke media cetak, seperti kertas atau karton. Teknik ini disebut “offset” karena tinta tidak langsung menyentuh media cetak, melainkan melalui perantara blanket. Sistem ini memungkinkan hasil cetak yang tajam, konsisten, dan minim noda.
Prinsip kerja mesin ini berbasis litografi, yaitu sifat air dan minyak yang tidak bercampur. Pelat cetak memiliki dua area: area gambar yang menarik tinta berbasis minyak dan area non-gambar yang menahan air untuk mencegah tinta menempel. Hasilnya, cetakan memiliki detail yang presisi, cocok untuk berbagai kebutuhan seperti buku, poster, hingga kemasan produk.
Sejarah Mesin Cetak Offset
Perjalanan mesin cetak offset dimulai dari penemuan litografi oleh Alois Senefelder pada tahun 1796. Ia menggunakan batu kapur sebagai media cetak, di mana gambar ditulis dengan tinta berbasis minyak, lalu dibasahi air untuk mencegah tinta menyebar ke area kosong. Teknik ini menjadi cikal bakal cetak offset modern.
Pada abad ke-19, litografi dianggap kurang praktis untuk produksi massal karena batu kapur yang berat. Perubahan besar terjadi pada tahun 1904, ketika Ira Washington Rubel, seorang percetak dari Amerika, secara tidak sengaja menemukan bahwa cetakan dari silinder karet menghasilkan gambar yang lebih tajam dibandingkan cetakan langsung dari pelat. Penemuan ini menjadi tonggak lahirnya teknologi offset.
Seiring waktu, mesin cetak offset terus berkembang. Pada abad ke-20, mesin ini dilengkapi teknologi otomatisasi dan sistem warna CMYK (Cyan, Magenta, Yellow, Black), yang meningkatkan efisiensi dan kualitas cetak. Kini, teknologi seperti Computer to Plate (CtP) memungkinkan pembuatan pelat cetak secara digital, mempercepat proses produksi.
Fungsi Mesin Cetak Offset
Mesin cetak offset memiliki peran penting dalam industri percetakan, terutama untuk produksi skala besar. Berikut adalah fungsi utamanya:
- Produksi Massal: Mesin ini ideal untuk mencetak ribuan hingga jutaan lembar, seperti majalah, koran, atau brosur, dengan biaya per unit yang rendah.
- Kualitas Cetak Tinggi: Hasil cetakan offset terkenal tajam, dengan warna konsisten dan detail halus, cocok untuk desain grafis kompleks.
- Fleksibilitas Media: Mesin ini dapat mencetak pada berbagai bahan, mulai dari kertas tipis, karton, hingga plastik, bahkan kertas bertekstur seperti kertas daur ulang atau embossed.
- Efek Khusus: Offset memungkinkan penggunaan tinta khusus, seperti metalik atau fluoresen, serta finishing seperti laminasi, emboss, atau spot UV.
Mesin ini juga mendukung pencetakan dokumen resmi seperti nota NCR, laporan tahunan, atau kalender khusus, yang membutuhkan ketelitian tinggi.
Jenis-Jenis Mesin Cetak Offset

Mesin cetak offset bervariasi berdasarkan ukuran, kemampuan, dan kebutuhan produksi. Berikut adalah jenis-jenisnya yang umum digunakan:
| Jenis Mesin | Ukuran Cetak Maksimal | Kegunaan Utama |
|---|---|---|
| Mesin Offset Kecil (Mini Offset) | A3 (297 × 420 mm) | Cetakan skala kecil seperti brosur, undangan, atau kartu nama. |
| Mesin Offset Sedang | Double Folio (430 × 660 mm) | Cetakan menengah seperti buku atau pamflet. |
| Mesin Offset Besar | A0 (1189 × 841 mm) | Produksi besar seperti koran, poster, atau kemasan skala besar. |
| Mesin Offset Web | Gulungan kertas besar | Produksi berkelanjutan seperti surat kabar atau majalah. |
| Mesin Offset Digital | Beragam | Cetakan pendek dengan kualitas offset, tanpa pelat fisik. |
Penjelasan Jenis Mesin
- Mesin Offset Kecil: Cocok untuk usaha percetakan skala kecil. Ukurannya yang compact membuatnya sering disebut mini offset, ideal untuk cetakan seperti kartu nama atau brosur.
- Mesin Offset Sedang: Menawarkan kapasitas lebih besar, cocok untuk buku atau pamflet dengan kecepatan produksi lebih tinggi.
- Mesin Offset Besar: Digunakan untuk proyek berskala besar, seperti koran atau poster, dengan kemampuan mencetak pada kertas berukuran A1 hingga A0.
- Mesin Offset Web: Menggunakan gulungan kertas, sangat efisien untuk produksi berkelanjutan seperti majalah atau katalog.
- Mesin Offset Digital: Menggabungkan teknologi digital dan offset, cocok untuk cetakan jumlah kecil dengan waktu produksi cepat.
Keunggulan dan Kekurangan Mesin Cetak Offset

Keunggulan
- Kualitas Tinggi: Cetakan tajam, warna konsisten, dan detail akurat.
- Efisien untuk Skala Besar: Biaya per unit menurun seiring bertambahnya jumlah cetakan.
- Fleksibilitas Bahan: Dapat mencetak pada berbagai media, termasuk kertas tipis atau tebal.
- Konsistensi Warna: Sistem CMYK memastikan warna seragam di setiap lembar.
- Efek Khusus: Mendukung finishing seperti laminasi, emboss, atau tinta khusus.
Kekurangan
- Biaya Awal Tinggi: Pembuatan pelat cetak dan persiapan mesin membutuhkan biaya besar.
- Kurang Efisien untuk Cetakan Kecil: Tidak ekonomis untuk produksi dalam jumlah sedikit.
- Waktu Persiapan Lama: Proses pembuatan pelat dan penyetelan mesin memakan waktu.
- Dampak Lingkungan: Penggunaan bahan kimia seperti fixer dapat mencemari lingkungan jika tidak dikelola dengan baik.
Proses Kerja Mesin Cetak Offset
Proses cetak offset melibatkan beberapa tahap yang saling berkaitan:
- Desain dan Pembuatan Pelat: Desain dibuat menggunakan perangkat lunak seperti Adobe Illustrator atau CorelDRAW, lalu dipindahkan ke pelat cetak melalui teknologi CtP atau metode manual.
- Penyiapan Mesin: Pelat dipasang pada silinder pelat, diikuti dengan penyetelan tinta dan air untuk setiap unit warna.
- Pencetakan: Tinta ditransfer dari pelat ke blanket, lalu ke media cetak melalui silinder tekan. Proses ini berlangsung cepat untuk menghasilkan cetakan massal.
- Pengeringan dan Finishing: Cetakan dikeringkan, baik secara alami maupun dengan mesin pengering, lalu diproses lebih lanjut dengan laminasi, pemotongan, atau penjilidan.
Kapan Menggunakan Mesin Cetak Offset?
Mesin cetak offset adalah pilihan terbaik untuk proyek yang membutuhkan kualitas tinggi dan produksi dalam jumlah besar. Contohnya:
- Pencetakan buku, majalah, atau katalog dalam ribuan eksemplar.
- Percetakan brosur, flyer, atau poster untuk promosi skala besar.
- Kemasan produk yang memerlukan warna tajam dan finishing khusus.
- Dokumen perusahaan seperti laporan tahunan atau kalender eksklusif.
Untuk kebutuhan cetak dalam jumlah kecil atau mendesak, cetak digital lebih cocok karena lebih cepat dan tidak memerlukan pelat cetak.
Kesimpulan
Mesin cetak offset tetap menjadi pilihan utama dalam dunia percetakan karena kualitasnya yang unggul, efisiensi untuk produksi massal, dan fleksibilitas dalam penggunaan bahan. Dari sejarahnya yang berakar pada litografi hingga inovasi modern seperti teknologi CtP, mesin ini terus berkembang untuk memenuhi kebutuhan industri.
Meskipun memiliki kekurangan seperti biaya awal yang tinggi, keunggulannya dalam menghasilkan cetakan tajam dan konsisten menjadikannya sulit tergantikan. Bagi Anda yang ingin menghasilkan cetakan profesional dalam jumlah besar, mesin cetak offset adalah solusi ideal.
Percetakan.co.id siap membantu Anda mewujudkan kebutuhan cetak berkualitas tinggi. Dari cetak brosur hingga kemasan, kami menjamin hasil tajam, warna konsisten, dan harga kompetitif untuk mendukung bisnis Anda.

