
Tidak ada satu orang yang mendapat kredit sebagai penemu tinta percetakan. Tinta percetakan adalah hasil dari proses evolusi dan perkembangan dalam industri percetakan. Tinta percetakan pertama dibuat dengan mencampurkan bubuk tinta (seperti garam ferri, gandum, dan tepung) dengan air dan bahan pengikat seperti lem. Proses ini kemudian berkembang menjadi tinta cair yang lebih konsisten dan lebih mudah penggunaannya dalam mesin cetak.
Beberapa pabrik tinta mengklaim memiliki resep rahasia untuk membuat tinta yang kuat dan berkualitas. Pada dasarnya tinta percetakan terdiri dari bahan seperti pigmen, pengikat, dan pengencer. Meski tidak ada satu orang yang mendapat kredit sebagai penemu tinta, mesin cetak tidak akan ada tanpa tinta.
Siapa Penemu Tinta ?
Penemu tinta percetakan tidak ada yang tahu dengan pasti, namun peranannya sangat penting dalam perkembangan teknologi cetak. Johannes Gutenberg pada abad ke-15, ketika ia menciptakan mesin cetak mekanis yang menjadi tonggak sejarah dalam penyebaran ilmu pengetahuan. Tinta ini terbuat dari campuran bahan-bahan seperti minyak, jelaga, dan resin. Formula tersebut memungkinkan tinta melekat dengan baik pada logam cetakan dan menghasilkan cetakan yang tahan lama pada kertas.
Gutenberg merancang tinta ini dengan karakteristik khusus agar dapat berfungsi optimal dalam mesin cetaknya, yang bekerja dengan prinsip moveable type (huruf-huruf yang dapat berpindah). Berbeda dengan tinta yang terpakai dalam menulis, tinta percetakan memiliki kekentalan dan daya rekat yang lebih tinggi. Hal ini karena tinta harus dapat menempel pada permukaan logam cetakan tanpa mengalir bebas, tetapi tetap cukup fleksibel untuk dipindahkan ke kertas dalam jumlah yang konsisten.
Pada masa kini, teknologi tinta percetakan telah berkembang pesat seiring dengan kemajuan teknik cetak dan kebutuhan industri yang semakin beragam. Kini, tinta tersedia dalam berbagai jenis, seperti tinta berbasis minyak, tinta berbasis air, tinta UV, hingga tinta berbasis solvent, yang semuanya terformulasi untuk memenuhi kebutuhan cetak spesifik. Variasi warna tinta pun sangat beragam, dengan proses pewarnaan yang memungkinkan terciptanya warna-warna cerah dan stabil. Inovasi ini membuat tinta percetakan menjadi komponen penting yang terus beradaptasi dengan teknologi modern, seperti cetak digital dan cetak 3D, serta dapat menyesuaikan untuk berbagai permukaan media seperti kertas, plastik, kain, hingga logam.